Tampilkan postingan dengan label Sumatera Barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sumatera Barat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Februari 2023

 EXPLORE SUMBAR (SUMATERA BARAT) - Camping at Alahan Panjang

"Yang fana adalah Waktu, KITA ABADI"


Oi, oi, oi...!!!

    D: "yuk, akhir tahun kita jalan, liburan bareng lagi"

    N: "Hayuk, udah lama kita gak jalan bareng nih"

     J: "Bolehlah kalau akhir tahun nih, jelas kan ini? biar tau ngatur cuti"

    A: "Gas, dah lama juga emang ini"

    D: "Oke, sepakat yak akhir tahun :)"

Beginilah kira-kira perbincangan 4 sekawan yang udah lama gak punya cerita perjalanan bersama. Setelah masing-masing memiliki kesibukan dan membuat mereka tidak lagi bisa menciptakan cerita bersama.

    Bulan Agustus 2022, aku akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah dikarenakan sesuatu dan lain hal. Setelah beberapa saat kembali ke rumah, akhirnya 3 dari 4 sekawan merencanakan sebuah pertemuan. Setelah membuat janji bertemu akhirya terungkap kisah masing-masing yang pengen banget jalan dan me-refresh kepenatan yang dijalani. Rela untuk mengambil cuti demi menghilangkan kepenatan yang ada.

    17-20 September 2022, akhirnya setelah diskusi kurang lebih 2 minggu untuk menyusun rencana perjalanan Explore Sumbar (Sumatera Barat) yang lebih dicari camping bersamanya sih ini hahaha... Perjalanan ini tinggal memikirkan 1 kendala nih, terkait jumlah yang harus ditambah untuk mempermulus izin dari masing-masing orang tua (maklum ya, pada tinggal dirumah orang tua masing-masing). Selama menjelang waktu perjalanan yang ditentukan, mencari tambahan personel demi terlaksananya perjalanan yang udah direncanain ini.

    Setelah beberapa hari mencari dan diskusi pilihan orangnya, akhirnya tertera satu inisial namanya yang memang sangat available untuk dibawa hahaha... Akhirnya rencana yang udah direncanain lama bisa dieksekusi. Tinggal menunggu yang mengajukan cuti untuk melancarkan lobi-lobiannya biar gak diganggu selama cuti hehehe.. Dan akhirnya cutipun sudah disetujui, kita berangkat sesuai dengan jadwal yang udah kita tentuin diawal.

    Sabtu, 17 September 2022. Awal mula perjalanan ini, kita berangkat sekitar pkl. 15.00 dari sebuah kecamatan yang ada di Kabupaten Siak, Riau, yaitu Kecamatan Tualang. Sore banget ya baru jalan, biasalah kita harus menyesuaikan jam pulang pekerja biar gak bolos hehehe... eits, ini sih masih belum benar-benar berangkat, karna kita masih harus jemput 1 personel terakhir yang rumahnya jauh sendiri dari kita-kita yang satu kecamatan. Pkl. 16.30 sampai di rumah personel terakhir yang deket ke Bandara Internasional Sultan Syarief Qasim II (gak dekat-dekat kali sih yaaa.. hahah). Jadi kita beneran berangkatnya itu Pkl. 17.00 dilanjut ngisi bahan bakar dulu di SPBU sekitaran rumahnya.

    Perjalanan dari Pekanbaru menuju Payakumbuh akan memakan waktu kurang lebih 6-8 jam dengan menggunakan mobil. Target pertama menuju rumah salah satu dari kita yang ada di daerah payakumbuh untuk beristirahat sebelum besoknya ke destinasi yang udah kita susun nih. Ternyata perjalanan kali ini ditemani dengan banyaknya proyek perbaikan jalanan, mungkin untuk mengejar akhir tahun biar para pengendara nyaman kali yaa (nyaman gak sih???hahah). Setelah melewati perjalanan panjang akhirnya kita sampai tempat istirahat pertama sekitar Pkl. 23.30 WIB. Setelah sampai, kita semua bebersih dan bersiap untuk istirahat biar gak terlalu capek untuk memulai perjalanan di pagi hari nanti.

    Setelah beristirahat, ternyata sebagian besar kita telat bangunnya, jadi mesti segera bersiap-siap nih. Rencana kita akann mulai perjalanan sekitar Pkl. 06.00 WIB, ternyata kita butuh waktu lebih lama dan akhrinya kita berangkat sekitar Pkl. 07.25 WIB setelah semua sarapan juga tentunya. Kita menuju destinasi pertama yang tadinya kita pengen ngejar matahari terbitnya nih, sepertinya kita harus mencari jadwal lain untuk mengulang menikmatinya, tapi kita bakal tetap kesana untuk melihat apa aja yang ada disekitar tempat pertama ini. Tempat pertama yang bakal kita kunjungi itu Lembah Harau yang sudah cukup banyak yang tau yaaakk... Sekitar pkl. 08.00 akhirnya kita sampai ke Lembah Harau. Di tempat ini bakal ketemu persimpangan kiri dan kanan yang ternyata bisa memberikan suasana alam yang berbeda. Untuk biaya masuk sampai saat kita jalan ke sini sekitar Rp 30.000,00,- (per orang Rp 5000,00 dan selebihnya tergantung kendaraan yang kalian bawa yaa untuk parkir). Pertama kita lihat ke kiri dulu yaakk... Bakal ada apa nih di sebelah kiri dari Lembah Harau(?)Latar Bumi

    Nah jalur sebelah kiri ini ternyata lebih banyak area sawah dan rumah warga selebihnya dengan pemandangan tebing yang lumayan luas. Kebetulan lagi musim panen sepertinya, jadi banyak warga yang lagi panen sawahnya. Nanti kita liat beberapa jepretan yang sempat kita ambil yaaa. Semoga bakal banyak yang mau ke sini yaakkk...

    Oke, saatnya kita putar balik ke arah satunya yaa... 

    Kalau kalian nyari-nyari kayak wisata aer terjun pas nih ada di sebelah kanan dari kita masuk tadi arahnya, di sebelah kanan ini juga ada Pesantren yang cukup banyak diminati untuk anak-anaknya di kirimkan orang tua-nya menuntut ilmu di sini. Kita bakal lurus terus buat ke tempat yang paling tinggi katanya di daerah sini buat memandang luasnya lembah ini. Berikut foto-foto yang sempat diabadikan di sini yaaa...


    Gak terlalu jauh dari lembah harau, kita ke salah satu istana yang terkenal di daerah Sumatera Barat yaa. Kurang lebih 2 jam perjalanan dari sini untuk sampai ke tempat tujuan (ini jauh apa dekat yaa(?)) heehehehe.. Istano Basa Pagaruyung merupakan salah satu bangunan wisata bersejarah dan museum. Sedikit mencari tahu, ada hal unik dari cerita Istana Basa Pagaruyung ini, ternyata dari mulai dibangun istana ini memiliki cerita sering terbakar sampai sudah dipindah untuk dijadikan wisata kunjungan dan museum masih terjadi kebakaran sektiar tahun 2007.

    Hari sudah mulai siang dengan hamparan terik matahari yang sudah hampir tepat di ataas kepala, saatnya kita melanjutkan perjalanan kita selanjutnya. Perjalanan selanjutnya bakal memakan waktu sekitar 4 - 5 jam untuk sampai ke tujuan berikutnya. Tujuan berikutnya ini yang jadi main purpose perjalanan kali ini, "Camping" at Alahan Panjang, karna udah lama kita gak camp bareng yang dulu selalu aja ada gunung yang jadi tujuan untuk laksanain kegiatan ini. 

    Pkl. 16.00 WIB, Akhirnya kita sampai di Camp Yanti di Alahan Panjang. Yanti Camp salah satu tempat kalian bisa camping di daerah alahan panjang yang dingin ini. Untuk biayanya sekitar Rp 30.000,-/org yaa, dan kalian bisa bawa tenda sendiri atau menyewa tenda yang ada di sini juga ya. Fasilitas lainnya kayak mushala toilet itu juga ada yaa, kalau kalian malas masak ada juga warung yang bisa dijadikan tempat mengisi kekosongan (asal jangan hati yaa, gak bisa, sulit hahah). Yanti Camp ini berada diantara Danau Atas dan Danau Bawah yang ada di Alahan Panjang (kalau ada yang bisa bantu bahasa minangnya gimana tolong yaa, takut salah soalnya). Tempat campnya di keliling dengan pohon pinus yang gak begitu banyak dan besar, tapi cukup untuk kalian bisa mencari spot foto yang oke untuk kalian pamerkan di sosial media kalian yaa.


    Akhirnya keinginan 4 sekawan untuk bisa bepergian dan camping bersama masih bisa diwujudkan dalam perjalanan kali ini. Dikarenakan kita sampainya sudah sore dan kebetulan ujan ya, jadi kita langsung bangun tenda yang udah memang kita bawa yaa, sehabis itu kita langsung masak untuk mengisi perut yang udah kosong dan berbunyi. Hujannya lumayan awet ya, akhirnya kita memutuskan untuk beristirahat setelah perjalanan yang lumayan melelahkan.

    Pagi-pagi udah pada ribut aja nih, ternyata udah pada melek dan udah ada aja yang foto-foto, ambil video, ternyata aku jadi yang terakhir banget bangun tapi masih pagi banget yaaa. Lelah sepanjang perjalanan sambil menyetir kayaknya yang buat jadi mengambil waktu istirahat sedikit lebih panjang dari mereka-mereka. Berungtungnya jalan bareng, jadi ada yang udah siap sedia juga buat kumpulin banyak foto dan video yang bakal dipakai untuk cerita ini dan jadiin dokumentasi di youtube untuk channel travelling yang udah aku jalanin. (Latar Bumi)

    Sangkin menikmatinya waktu kita bareng-bareng sampai lupa waktu dan lewat dari waktu yang udah kita susun di jadwal perjalanan hahaa, gini lah kalau udah lama gak kumpul pasti lebih menikmati waktunya bareng-bareng. Karena kita sudah menjelang siang baru puas menikmati semuanya, akhirnya kita sedikit mengganti perhentian kita dengan yang lebih bisa kita tempuh sebelum kita beranjak ke daerah Bukittinggi. Selesai mengemasi barang-barang dan bebersih, akhirnya kita berangkat sekitar pkl. 12.15 dari Yanti Camp, Alahan Panjang. Setelah berjalan kurang lebih 1 jam perjalanan, kita berhenti di kebun teh yang searah perjalanan yang menurutku pemandangannya keren abis sih. Sambil menikmati buah Strawberry yang dijajakn oleh warga lokal yang berkebun, kita mengelilingi kebun teh yang asri nan hijau. Sekitar 2 jam lamanya kita menikmati kebun teh yang super segar udaranya ini, akhirnya kita melanjutkan perjalanan ke Bukittinggi.


    Menurut Google Maps sih perjalnan kurang lebih 2-3 jam perhitungan jalanan lancar yaakkk, tapi ternyata perjalanan kita sedikit kurang lancar nih. Setibanya kita melewati danau singkarak, ternyata jalanan mcaet dikarenakan adanya perbaikan jalan. Setelahnya hujan cukup lebat yang akhirnya megnurangi jarak pandang dan membuat kita semua lapar dan harus mengisi kekosongan yang ada di perut kita masing-masing. Setelah semuanya kelar, akhirnya kita melanjutkan perjalanan lagi dan hujan pun sedikit bersahabat untuk berhenti demi perjalanan yang lancar. Perjalanan kita tempuh sekitar 4 jam lamanya untuk bisa ssampai ke Bukittinggi.

    Akhirnya kita-pun sampai di kota Bukittinggi dan langsung ke penginapan yang sebelumnya udah kita pesen yaa. Oh iya, nama penginapannya itu Aur Kuning Hotel, penginapan yang cowo dan cewe dipisah lantainya (a.k.a. Syariah yaa). Kita pesen waktu ada promo yaa biasanya sih di aplikasi biru yang ada logo burungnya langsingnya itu ada flashsale jadi kalian bisa juga cek-cek untuk flashsale-nya yaa. Ketika kita pesen harganya sekitra Rp 119.000/kmr/malam untuk 2 orang, harga ini sudah flashsale ya.

    Check-in sekitar pkl. 19.10 WIB, kita bebersih dan beristirahat sebentar sebelum kita menikmati malam dan dinginnya kota Bukittinggi. Kesegaran setelah mandi dan istirahat sejenak, akhirnya bisa membuat kita beranjak dari nyamannya kamar hotel yang sungguh nikmat unutk merebahkan badan ini. Dalih untuk melihat suasana jam gadang di malam hari dan mecari makanan untuk kembali mengisi perut yang mulai keroncongan. Nah, di sini ternyata pkl. 22.00 WIB yang berjualan ataupun indomaret sudah mulai tutup yaa, jadinya kita gak berlama-lama diluar yaa, kita bakal lanjut pagi hari aja untuk melihat-lihat kota Bukittingginya.

    Alarm berbunyi sekitar pkl. 06.00 WIB, bangun dan langsung bersiap untuk kita jelajahi kota Bukittinggi ini dengan segala keramaian wisatawannya. Selesai bersiap, kita langsung check-out dikarenakan ini juga hari terakhir dari perjalanan kali ini. Pagi-pagi sekali kita sudah beranjak dari penginapan, kira-kira pkl. 07.00 WIB kita sudah berjalan menuju ke Wisata jam Gadang yang ada di kota Bukittinggi. Sebelum kita berkeliling kota, kita cari sarapan dulu yaa...

    Pisang Panggang H.M. Zen, hasil pencarian untuk menu sarapan kita di pagi hari ini. Untuk letaknya lumayan effort ya mencarinya, untungnya kita membawa warga lokal yang udah paham seluk beluknya pasar ateh dan sekitarnya. Selain pisang panggang, ternyata ada beberapa aneka jajanan pasar yang mungkin di kota sudah mulai sulit untuk ditemukan (kalian bisa cek IG adipandiangan13 lengkapnya). Menu pisang panggangnya sendiri itu sekitar Rp 10.000,- per porsi dan jajanan lainnya sekitar Rp 1.000,00 - Rp 2.000,00 untuk per item yang kalian makan yaa... (Latar Bumi)

    Setelah kenyang menyantap sarapan, mari kita lanjut berkeliling kota. Pertama kita coba liat-liat jam Gadang lagi di pagi hari setelah sebelumnya kita udah jepret di malam hari. Ternyata lumayan rame juga untuk pagi hari di hari kerja ini. Setelah merasa cukup untuk menikmati keindahan jam Gadang di pagi hari, kita lanjut ke Benteng Fort de Kock yang merupakan situs sejarah peninggalan Belanda yang ada di kota Bukittinggi. Uniknya ada jembatan penghubung di sini yang menghubungkan lokasi benteng dengan kebun binatang di seberangnya. Yap, Jembatan Limpapeh, yang menghubungkan Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan dengan Benteng Fort De Kock. Untuk tiket masuknya Rp 25.000.,00/org dan ini sudah termasuk untuk kedua tempat di atas ya, jangan sampai kalian melewatkan berkunjung ke Taman Margastawa yang memiliki salah satu Aviary (kandang burung) terbesar yang ada di Indonesia. Lokasi ini tidak terlalu jauh dari Jam Gadang, hanya dengan berjalan kaki sekitar 15-20 menit.


    Hari semakin terik dan kita sudah menglilingi Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan semuanya, jadi kita memutuskan untuk makan siang dan akan dilanjut membeli buah tangan untuk dimakan dijalan pastinya ahahhaa... Pkl. 15.00 WIB akhirnya kita menuju parkiran dan menutup perjalanan kali ini dengan mengukir senyum didalam setiap langkah. :)

    Sekian Cerita kali ini, jangan lupa Corat-Coretnya yaa...

    SALAM LESTARI!!!



 EXPLORE SUMBAR (SUMATERA BARAT) - Camping at Alahan Panjang "Yang fana adalah Waktu, KITA ABADI" Oi, oi, oi...!!!     D: "yu...