Sabtu, 11 Februari 2023

 EXPLORE SUMBAR (SUMATERA BARAT) - Camping at Alahan Panjang

"Yang fana adalah Waktu, KITA ABADI"


Oi, oi, oi...!!!

    D: "yuk, akhir tahun kita jalan, liburan bareng lagi"

    N: "Hayuk, udah lama kita gak jalan bareng nih"

     J: "Bolehlah kalau akhir tahun nih, jelas kan ini? biar tau ngatur cuti"

    A: "Gas, dah lama juga emang ini"

    D: "Oke, sepakat yak akhir tahun :)"

Beginilah kira-kira perbincangan 4 sekawan yang udah lama gak punya cerita perjalanan bersama. Setelah masing-masing memiliki kesibukan dan membuat mereka tidak lagi bisa menciptakan cerita bersama.

    Bulan Agustus 2022, aku akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah dikarenakan sesuatu dan lain hal. Setelah beberapa saat kembali ke rumah, akhirnya 3 dari 4 sekawan merencanakan sebuah pertemuan. Setelah membuat janji bertemu akhirya terungkap kisah masing-masing yang pengen banget jalan dan me-refresh kepenatan yang dijalani. Rela untuk mengambil cuti demi menghilangkan kepenatan yang ada.

    17-20 September 2022, akhirnya setelah diskusi kurang lebih 2 minggu untuk menyusun rencana perjalanan Explore Sumbar (Sumatera Barat) yang lebih dicari camping bersamanya sih ini hahaha... Perjalanan ini tinggal memikirkan 1 kendala nih, terkait jumlah yang harus ditambah untuk mempermulus izin dari masing-masing orang tua (maklum ya, pada tinggal dirumah orang tua masing-masing). Selama menjelang waktu perjalanan yang ditentukan, mencari tambahan personel demi terlaksananya perjalanan yang udah direncanain ini.

    Setelah beberapa hari mencari dan diskusi pilihan orangnya, akhirnya tertera satu inisial namanya yang memang sangat available untuk dibawa hahaha... Akhirnya rencana yang udah direncanain lama bisa dieksekusi. Tinggal menunggu yang mengajukan cuti untuk melancarkan lobi-lobiannya biar gak diganggu selama cuti hehehe.. Dan akhirnya cutipun sudah disetujui, kita berangkat sesuai dengan jadwal yang udah kita tentuin diawal.

    Sabtu, 17 September 2022. Awal mula perjalanan ini, kita berangkat sekitar pkl. 15.00 dari sebuah kecamatan yang ada di Kabupaten Siak, Riau, yaitu Kecamatan Tualang. Sore banget ya baru jalan, biasalah kita harus menyesuaikan jam pulang pekerja biar gak bolos hehehe... eits, ini sih masih belum benar-benar berangkat, karna kita masih harus jemput 1 personel terakhir yang rumahnya jauh sendiri dari kita-kita yang satu kecamatan. Pkl. 16.30 sampai di rumah personel terakhir yang deket ke Bandara Internasional Sultan Syarief Qasim II (gak dekat-dekat kali sih yaaa.. hahah). Jadi kita beneran berangkatnya itu Pkl. 17.00 dilanjut ngisi bahan bakar dulu di SPBU sekitaran rumahnya.

    Perjalanan dari Pekanbaru menuju Payakumbuh akan memakan waktu kurang lebih 6-8 jam dengan menggunakan mobil. Target pertama menuju rumah salah satu dari kita yang ada di daerah payakumbuh untuk beristirahat sebelum besoknya ke destinasi yang udah kita susun nih. Ternyata perjalanan kali ini ditemani dengan banyaknya proyek perbaikan jalanan, mungkin untuk mengejar akhir tahun biar para pengendara nyaman kali yaa (nyaman gak sih???hahah). Setelah melewati perjalanan panjang akhirnya kita sampai tempat istirahat pertama sekitar Pkl. 23.30 WIB. Setelah sampai, kita semua bebersih dan bersiap untuk istirahat biar gak terlalu capek untuk memulai perjalanan di pagi hari nanti.

    Setelah beristirahat, ternyata sebagian besar kita telat bangunnya, jadi mesti segera bersiap-siap nih. Rencana kita akann mulai perjalanan sekitar Pkl. 06.00 WIB, ternyata kita butuh waktu lebih lama dan akhrinya kita berangkat sekitar Pkl. 07.25 WIB setelah semua sarapan juga tentunya. Kita menuju destinasi pertama yang tadinya kita pengen ngejar matahari terbitnya nih, sepertinya kita harus mencari jadwal lain untuk mengulang menikmatinya, tapi kita bakal tetap kesana untuk melihat apa aja yang ada disekitar tempat pertama ini. Tempat pertama yang bakal kita kunjungi itu Lembah Harau yang sudah cukup banyak yang tau yaaakk... Sekitar pkl. 08.00 akhirnya kita sampai ke Lembah Harau. Di tempat ini bakal ketemu persimpangan kiri dan kanan yang ternyata bisa memberikan suasana alam yang berbeda. Untuk biaya masuk sampai saat kita jalan ke sini sekitar Rp 30.000,00,- (per orang Rp 5000,00 dan selebihnya tergantung kendaraan yang kalian bawa yaa untuk parkir). Pertama kita lihat ke kiri dulu yaakk... Bakal ada apa nih di sebelah kiri dari Lembah Harau(?)Latar Bumi

    Nah jalur sebelah kiri ini ternyata lebih banyak area sawah dan rumah warga selebihnya dengan pemandangan tebing yang lumayan luas. Kebetulan lagi musim panen sepertinya, jadi banyak warga yang lagi panen sawahnya. Nanti kita liat beberapa jepretan yang sempat kita ambil yaaa. Semoga bakal banyak yang mau ke sini yaakkk...

    Oke, saatnya kita putar balik ke arah satunya yaa... 

    Kalau kalian nyari-nyari kayak wisata aer terjun pas nih ada di sebelah kanan dari kita masuk tadi arahnya, di sebelah kanan ini juga ada Pesantren yang cukup banyak diminati untuk anak-anaknya di kirimkan orang tua-nya menuntut ilmu di sini. Kita bakal lurus terus buat ke tempat yang paling tinggi katanya di daerah sini buat memandang luasnya lembah ini. Berikut foto-foto yang sempat diabadikan di sini yaaa...


    Gak terlalu jauh dari lembah harau, kita ke salah satu istana yang terkenal di daerah Sumatera Barat yaa. Kurang lebih 2 jam perjalanan dari sini untuk sampai ke tempat tujuan (ini jauh apa dekat yaa(?)) heehehehe.. Istano Basa Pagaruyung merupakan salah satu bangunan wisata bersejarah dan museum. Sedikit mencari tahu, ada hal unik dari cerita Istana Basa Pagaruyung ini, ternyata dari mulai dibangun istana ini memiliki cerita sering terbakar sampai sudah dipindah untuk dijadikan wisata kunjungan dan museum masih terjadi kebakaran sektiar tahun 2007.

    Hari sudah mulai siang dengan hamparan terik matahari yang sudah hampir tepat di ataas kepala, saatnya kita melanjutkan perjalanan kita selanjutnya. Perjalanan selanjutnya bakal memakan waktu sekitar 4 - 5 jam untuk sampai ke tujuan berikutnya. Tujuan berikutnya ini yang jadi main purpose perjalanan kali ini, "Camping" at Alahan Panjang, karna udah lama kita gak camp bareng yang dulu selalu aja ada gunung yang jadi tujuan untuk laksanain kegiatan ini. 

    Pkl. 16.00 WIB, Akhirnya kita sampai di Camp Yanti di Alahan Panjang. Yanti Camp salah satu tempat kalian bisa camping di daerah alahan panjang yang dingin ini. Untuk biayanya sekitar Rp 30.000,-/org yaa, dan kalian bisa bawa tenda sendiri atau menyewa tenda yang ada di sini juga ya. Fasilitas lainnya kayak mushala toilet itu juga ada yaa, kalau kalian malas masak ada juga warung yang bisa dijadikan tempat mengisi kekosongan (asal jangan hati yaa, gak bisa, sulit hahah). Yanti Camp ini berada diantara Danau Atas dan Danau Bawah yang ada di Alahan Panjang (kalau ada yang bisa bantu bahasa minangnya gimana tolong yaa, takut salah soalnya). Tempat campnya di keliling dengan pohon pinus yang gak begitu banyak dan besar, tapi cukup untuk kalian bisa mencari spot foto yang oke untuk kalian pamerkan di sosial media kalian yaa.


    Akhirnya keinginan 4 sekawan untuk bisa bepergian dan camping bersama masih bisa diwujudkan dalam perjalanan kali ini. Dikarenakan kita sampainya sudah sore dan kebetulan ujan ya, jadi kita langsung bangun tenda yang udah memang kita bawa yaa, sehabis itu kita langsung masak untuk mengisi perut yang udah kosong dan berbunyi. Hujannya lumayan awet ya, akhirnya kita memutuskan untuk beristirahat setelah perjalanan yang lumayan melelahkan.

    Pagi-pagi udah pada ribut aja nih, ternyata udah pada melek dan udah ada aja yang foto-foto, ambil video, ternyata aku jadi yang terakhir banget bangun tapi masih pagi banget yaaa. Lelah sepanjang perjalanan sambil menyetir kayaknya yang buat jadi mengambil waktu istirahat sedikit lebih panjang dari mereka-mereka. Berungtungnya jalan bareng, jadi ada yang udah siap sedia juga buat kumpulin banyak foto dan video yang bakal dipakai untuk cerita ini dan jadiin dokumentasi di youtube untuk channel travelling yang udah aku jalanin. (Latar Bumi)

    Sangkin menikmatinya waktu kita bareng-bareng sampai lupa waktu dan lewat dari waktu yang udah kita susun di jadwal perjalanan hahaa, gini lah kalau udah lama gak kumpul pasti lebih menikmati waktunya bareng-bareng. Karena kita sudah menjelang siang baru puas menikmati semuanya, akhirnya kita sedikit mengganti perhentian kita dengan yang lebih bisa kita tempuh sebelum kita beranjak ke daerah Bukittinggi. Selesai mengemasi barang-barang dan bebersih, akhirnya kita berangkat sekitar pkl. 12.15 dari Yanti Camp, Alahan Panjang. Setelah berjalan kurang lebih 1 jam perjalanan, kita berhenti di kebun teh yang searah perjalanan yang menurutku pemandangannya keren abis sih. Sambil menikmati buah Strawberry yang dijajakn oleh warga lokal yang berkebun, kita mengelilingi kebun teh yang asri nan hijau. Sekitar 2 jam lamanya kita menikmati kebun teh yang super segar udaranya ini, akhirnya kita melanjutkan perjalanan ke Bukittinggi.


    Menurut Google Maps sih perjalnan kurang lebih 2-3 jam perhitungan jalanan lancar yaakkk, tapi ternyata perjalanan kita sedikit kurang lancar nih. Setibanya kita melewati danau singkarak, ternyata jalanan mcaet dikarenakan adanya perbaikan jalan. Setelahnya hujan cukup lebat yang akhirnya megnurangi jarak pandang dan membuat kita semua lapar dan harus mengisi kekosongan yang ada di perut kita masing-masing. Setelah semuanya kelar, akhirnya kita melanjutkan perjalanan lagi dan hujan pun sedikit bersahabat untuk berhenti demi perjalanan yang lancar. Perjalanan kita tempuh sekitar 4 jam lamanya untuk bisa ssampai ke Bukittinggi.

    Akhirnya kita-pun sampai di kota Bukittinggi dan langsung ke penginapan yang sebelumnya udah kita pesen yaa. Oh iya, nama penginapannya itu Aur Kuning Hotel, penginapan yang cowo dan cewe dipisah lantainya (a.k.a. Syariah yaa). Kita pesen waktu ada promo yaa biasanya sih di aplikasi biru yang ada logo burungnya langsingnya itu ada flashsale jadi kalian bisa juga cek-cek untuk flashsale-nya yaa. Ketika kita pesen harganya sekitra Rp 119.000/kmr/malam untuk 2 orang, harga ini sudah flashsale ya.

    Check-in sekitar pkl. 19.10 WIB, kita bebersih dan beristirahat sebentar sebelum kita menikmati malam dan dinginnya kota Bukittinggi. Kesegaran setelah mandi dan istirahat sejenak, akhirnya bisa membuat kita beranjak dari nyamannya kamar hotel yang sungguh nikmat unutk merebahkan badan ini. Dalih untuk melihat suasana jam gadang di malam hari dan mecari makanan untuk kembali mengisi perut yang mulai keroncongan. Nah, di sini ternyata pkl. 22.00 WIB yang berjualan ataupun indomaret sudah mulai tutup yaa, jadinya kita gak berlama-lama diluar yaa, kita bakal lanjut pagi hari aja untuk melihat-lihat kota Bukittingginya.

    Alarm berbunyi sekitar pkl. 06.00 WIB, bangun dan langsung bersiap untuk kita jelajahi kota Bukittinggi ini dengan segala keramaian wisatawannya. Selesai bersiap, kita langsung check-out dikarenakan ini juga hari terakhir dari perjalanan kali ini. Pagi-pagi sekali kita sudah beranjak dari penginapan, kira-kira pkl. 07.00 WIB kita sudah berjalan menuju ke Wisata jam Gadang yang ada di kota Bukittinggi. Sebelum kita berkeliling kota, kita cari sarapan dulu yaa...

    Pisang Panggang H.M. Zen, hasil pencarian untuk menu sarapan kita di pagi hari ini. Untuk letaknya lumayan effort ya mencarinya, untungnya kita membawa warga lokal yang udah paham seluk beluknya pasar ateh dan sekitarnya. Selain pisang panggang, ternyata ada beberapa aneka jajanan pasar yang mungkin di kota sudah mulai sulit untuk ditemukan (kalian bisa cek IG adipandiangan13 lengkapnya). Menu pisang panggangnya sendiri itu sekitar Rp 10.000,- per porsi dan jajanan lainnya sekitar Rp 1.000,00 - Rp 2.000,00 untuk per item yang kalian makan yaa... (Latar Bumi)

    Setelah kenyang menyantap sarapan, mari kita lanjut berkeliling kota. Pertama kita coba liat-liat jam Gadang lagi di pagi hari setelah sebelumnya kita udah jepret di malam hari. Ternyata lumayan rame juga untuk pagi hari di hari kerja ini. Setelah merasa cukup untuk menikmati keindahan jam Gadang di pagi hari, kita lanjut ke Benteng Fort de Kock yang merupakan situs sejarah peninggalan Belanda yang ada di kota Bukittinggi. Uniknya ada jembatan penghubung di sini yang menghubungkan lokasi benteng dengan kebun binatang di seberangnya. Yap, Jembatan Limpapeh, yang menghubungkan Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan dengan Benteng Fort De Kock. Untuk tiket masuknya Rp 25.000.,00/org dan ini sudah termasuk untuk kedua tempat di atas ya, jangan sampai kalian melewatkan berkunjung ke Taman Margastawa yang memiliki salah satu Aviary (kandang burung) terbesar yang ada di Indonesia. Lokasi ini tidak terlalu jauh dari Jam Gadang, hanya dengan berjalan kaki sekitar 15-20 menit.


    Hari semakin terik dan kita sudah menglilingi Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan semuanya, jadi kita memutuskan untuk makan siang dan akan dilanjut membeli buah tangan untuk dimakan dijalan pastinya ahahhaa... Pkl. 15.00 WIB akhirnya kita menuju parkiran dan menutup perjalanan kali ini dengan mengukir senyum didalam setiap langkah. :)

    Sekian Cerita kali ini, jangan lupa Corat-Coretnya yaa...

    SALAM LESTARI!!!



Sabtu, 03 Desember 2022

TRAVELLING ASIK DAN MURAH-HIDDEN VILLAGE IN LOMBOK

 TRAVELLING ASIK DAN MURAH-HIDDEN VILLAGE IN LOMBOK

"Love People from your Heart, not from your Mood and Needs"

Oi, Oi, Oi

    Kali ini kita bakal beranjak sedikit jauh nih jalannya. Perjalanan yang sampai saat ini menurutku paling jauh yang pernah ku jalanin. Kalau kalian mau liat secara visualnya bisa berkunjung ke Youtube Latar Bumi. Rencana perjalanan yang terbilang cukup singkat untuk merencanakan detail perjalanannya. H-7 dari hari keberangkatan yang udah lebih dulu ditentukan tempat dan waktu berangkatnya. Gak tau gimana daerah disana, persiapan yang singkat, semoga aja perjalanan kali tetep bisa tercapai tanpa harus ada kendala yang berarti.

    Cari-cari, akhirnya nemu salah satu senior yang mau diajak untuk diskusi terkait jalan-jalan kali ini, kebetulan beliau dari daerah sana juga. Akhirnya terbentuklah rencana perjalanan kali ini. Rencana perjalanan kali ini 3 hari 2 malam untuk mengelilingi beberapa destinasi yang udah coba direncanakan nih. Perjalanan akan dimulai dari Jakarta dengan penerbangan cukup pagi yaa, pkl. 07.00 WIB. Berangkat dari Jakarta di hari Jumat perkiraan akan sampai di Lombok pkl. 10.00 WITA. 

     Pkl. 10.00 WITA, sampai nih di LOMBOK. 

    Dari bandara naik apa? Nah, basic-nya aku senang motoran kalau jalan, jelas aku udah sewa motor di sini. Penyewaan motornya dianter langsung ke bandara, jadi kalian tinggal tunggu aja di bandara dan janjian  ketemuan, biasanya sih kata abangnya titik temunya itu di parkir motor bandara. Oke, udah ketemu nih sama abangnya, udah cek keadaan motor dan sebagainya. Cuss, kita jalan ke destinasi pertama yaaa.

    Udah jelas dan pasti rekomendasi banyak traveller juga nih, Gili Trawangan. Sekitar pkl. 10.30 WITA jalan dari Bandara menuju ke pelabuhan Bangsal (kalau aku gak salah ya sebutin namanya ehehe). Menurut teknologi Google Maps, perjalanan membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam perjalanan untuk sampai ke Pelabuhannya. Di sepanjang jalan kalian bakal menikmati langit yang bersih berwarna biru di arsir dengan putih atau abu-abu awan yang membuat teduh rasanya. Sampai pada perjalanan menurun dipenuhi dengan rindangnya pepohonan, di sekitarannya banyak monkeys pinggir jalan. Kalian butuh hati-hati nih di sekitaran jalanan ini, karna mereka suka di pinggir jalan tiba-tiba dan warnay kadang nyaru karna sinar matahari.

 Gili Trawangan  

 Sekitar pkl. 12.30 WITA, nah ini dia, deg-deg serrrrr, mepet banget sama waktu buat snorkling!! Bakal ditungguin katanya sampai pkl. 13.00 WITA, gak ngejar dooonggg. Terpaksa lepas dong snorklingnya. Yah, yang terpenting penginapan gak ilang yaaa dan mesti nyeberang dulu nih ke Gili Trawangan. Penyeberangan memakan waktu kurang lebih 30 menit dan biasanya ini ada setiap sejam sekali yaa.

     OK!! udah sampai nih di Gili Trawangan. Sebelum ke penginapan, coba samperin agen snorkling yang tadi dihubungi, ternyata bener, ditinggal akhirnya. Tapi, mereka nawarin untuk Sunset Trip, jadwalnya bakal jalan pkl. 15.00 WITA.

    Sip!! Masih punya waktu nih buat siap-siap dan istirahat sebentar. Ambil Sunset Trip aja biar tetep bisa snorkling yaa, untuk harganya Rp 180.000,-/org untuk paketnya juga udah termasuk dokumentasi dari abang guide-nya yaa. Oh iya, untuk tiket penyeberangannya Rp 25.000,-/org menggunakan perahu publik. Cek-cek jarak dari agen ke pegninapan, ternyata kalau jalan gak jauh, tapi karna sudah mereasa butuh segera sampai di penginapan, akhirnya kuputuskan untuk menyewa sepeda untuk pergi ke penginapan. Nah, di sini gak ada penyewaan motor yaa, sebagian besar pengunjung menyewa sepeda atau cukup dengan berjalan kaki aja. Untuk penyewaan sepedanya sendiri itu Rp 50.000,-/ 24 jam dan dikasih kunci sepedanya juga demi keamanan.

     Udah sampai nih di penginapan, rebahan bentar bisa kali yaa sambil trus abis itu siap-siap untuk snorkling. Untuk penginapan yang aku pilih ini, namanya Casus Dream Hotel sampai pada saat aku jalan ini harganya Rp 280.000,- /kmr/malam (semoga gak berubah ya). Untuk penginapan ini kamarnya gak banyak yaa, jadi saranku kalian mesen pegninapannya jangan mepet waktu berangkat yaa takutnya penuh. Sekitar pkl. 14.40 WITA, agen udah manggil nih buat kumpul ada briefing sebelum jalan snorkling bareng sama temen-temen yang lain.


Snorkeling View

   Sunset Trip ini meliputi untuk snorkling berenang bersama penyu (aku terbilang beruntung bisa menikmati ini) lanjut ke ikon bawah air dan sunset di tengah lautan. Sekitar pkl. 17.30 WITA kita sudah di tengah laut untuk menunggu Matahari turun tenggelam dan menikmati hari senja yang tersisa sambil menuju ke pinggir pantai. Pkl. 18.15 WITA akhirnya kita sampai di pinggir pantai dan siap melanjutkan aktifitas masing-masing. 

Sunset Time

    Udah lelah, balik ke penginapan dulu yaa buat bebersih dan istirahat sebentar, baru kita lanjut untuk melihat dunia malamnya di Gili Trawangan. Selesai mandi, udah rebahan sekejap, perut mulai keroncongan nih. Saatnya mencari sesuatu untuk dikonsumsi nih. Pkl. 20.00 WITA, milau mengayuh sepeda untuk melihat acara malam hari yang ada disekitaran Gili Trawangan sambil menuju sebuah Bar yang tadi kita sempat ngobrol nih sama abang guide-nya. Bar yang dibicarakan selalu ramai dan antri untuk bisa dapat tempat duduk sambil menikmati hidangan dengan alunan lagu dari penyanyi yang interaktif banget ke penontonnya nih. Nama Bar-nya adalah Sand Bar, menu yang ditawarkan berkisar Rp 60.000,- sampai 120.000,- (ini kalian udah makan dan minum yaa). Semakin malam, semakin ramai nih pengunjung untuk mencari party malam harinya. Dikarenakan besok harus lanjut lagi motoran mengitari jalanan, kita harus kembali lebih cepat, seselesainya sang penyanyi bertugas sekitar pkl. 22.00 WITA, saat itu jugalah kita kembali ke penginapan dan beristirahat. 

Sand Bar Live Music

  Alarm berdering sekitar pkl. 07.00 WITA, saatnya siap-siap dan beberes untuk melanjutkan perjalanan menuju destinasi berikutnya. Setelah beberes dan siap-siap untuk melanjutkan perjalanan, sempetin buat ambil beberapa video di penginapan untuk bisa buat visualisasi penginapannya di Latar Bumi. Pkl. 08.15 WITA saatnya check-out dan cari sarapan nih buat energi baru. Setelah mencari dan baca-bca rekomendasi makanan lokal yang ada di Gili Trawangan, akhirnya kita pilih buat sarapan di Warung Dewi. Warung Dewi terkenal dengan nikmatnya Ayam Taliwang, letak dari warung makan ini sedikit masuk ke gang dan pas banget berdampingan dengan pasar yang ada di sini. Sayangnya sepagi ini masih belum ada nih Ayam Taliwangnya (kurang beruntung nih). Akhirnya pilih menu yang ada aja, untuk range harganya Rp 25.000,- sampai Rp 30.000,-.

Gili Trawangan

     Setelah makan saatnya pesen tiket penyeberangan kembali nih ke pelabuhan bangsal. Kalian bisa nitip motor yaa di Pelabuhan, ada tempat parkir yang dijaga kok. Untuk parkir dikenakan biaya Rp 10.000,-/hari. Penyeberangan tersedia setiap 1 jam sekali dimulai dari Pkl. 07.00 WITA - Pkl. 17.00 WITA. Karena kita sampainya sudah di Pkl. 09.10 WITA, jadi kita harus menunggu kapal di jam berikutnya. Sembari menunggu, kita nikmatin dulu pantai disekitaran Pelabuhan asik kali yaa.

     Sesampainya di pelabuhan Bangsal, kita langsung lanjut buat ke destinasi berikutnya menggunakan motor yang kita parkir dari kemarin di pelabuhan. Oh iya, untuk pemesanan motor aku pakai dari senior yang ada di sini yaa, kalian juga bisa kok mesen di beliau kunjungi instagram-ku aja di highlight ada kontaknya ya (adipandiangan13). Untuk motor kena biaya Rp 150.000,- untuk 3 hari yaa, tergantung kalian mesennya gimana dan ke agen mana juga yaa. Oke, kita berangkat dari pelabuhan menuju destinasi selanjutnya di daerah desa Sembalun. Menurut Google sih kurang lebih 2 jam perjalanan, kalau kita ada istirahat sih bisa jadi 3 jam yaa.

       Selama di perjalanan kalian bakal di suguhin hijaunya hutan yang rimbun dan masih banyak monyet berkeliaran di tepi jalan, langit biru berhiaskan awan. Setelah menempuh kurang lebih 3 jam perjalan, akhirnya kita sampai di The Gate Rinjani. Penginapan yang deket banget dengan Gn. Rinjani. Untuk Penginapan ini Rp 477.000,-/kmr/mlm, selain kamar ada juga camping ground bagi kalian yang mau ala-ala camping di kaki gunung. Pkl. 14.30 WITA kita sampai di penginapan ke-2 di Desa Sembalun. Kita istirahat dulu sebelum lanjut jalan ke destinasi sekitaran sini yaaa. 

The Gate Rinjani

    Setelah istirahat sekitar 45 menit, kita siap menuju destinasi yang ada di desa Sembalun yaitu Kedai Sawah. Dari penginapan menempuh sekitar 30 menit perjalanan untuk bisa sampai di Kedai Sawah. Saatnya tarik gas lagi kita ke Kedai Sawah sambil nikmati sinar sore matahari di sekitaran perbukitan Sembalun. Sepanjang jalan kalian bakal ketemu sama bukit-bukit hijau seakan kita bukan lagi di Indonesia hehehe. 

    Sekitar jam 4 kurang sampailah di Kedai Sawah, Sembalun. Tempatnya benar-benar di kelilingi sama perbukitan yang menawan. Pas banget nih si kedai sawahnya di tengah-tengah perbukitannya, keren banget pemandangannya. Setelah parkir, kita langsung masuk dan untuk biayanya itu Rp 15.000,- di sini juga banyak warga pengelola yang siap memotret kalian dengan pemandangan menakjubkan jadi latarnya yaa. Ternyata Kedai Sawah itu merupakan taman bunga yang masih terus dikembangkan, ditambah lagi dikelilingi sama kebun buah strawberry. Jadi menurut cerita salah satu warga, banyak juga pengunjung yang datang hanya sekedar untuk memetik strawberry di kebunnya langsung. Jam terbaik kalau kalian mau ke tempat ini ada 2 nih, pagi hari sebelum matahari terbit, dan sore hari menjelang bersembunyinya sang matahari. Kalian tinggal pilih senengnya yang mana ya kan. Suasana sore hari kali ini menurutku oke banget dengan suasana hati, kalau kalian senangnya pagi, bisa loh ke sini buat nikmatin embun paginya. Setelah menikmati turunnya sang matahari, enaknya menutup hari ini dengan segelas kopi. Yok, kita lanjut ke tempat ngopi ke arah balik penginapan.

    Kebon Kupi, ini tempatnya pas banget buat duduk-duduk manis sambil nikmatin sisa senja matahari di balik bukit-bukit desa Sembalun ini. Banyak menu yang bisa kalian pilih di sini ya dan harganya bervariatif. Untuk kali ini kita pesen pisang goreng dan segelas kopi. Oke, kita nikmati dulu kopi dan pisangnya yaa..

Kedai Sawah X Kebon Kupi

    Kelar nih minum kopi, saatnya balik penginapan untuk istirahat yaa..

   Iseng yok, nyoba-nyoba settingan HP untuk nyari-nyari foto malam hari di deket gunung Rinjani. Sempat ngeliat salah satu selebgram, Patrishiela. Dari story-nya di Instagram, iseng nyobain pakai kamera HP sendiri, soalnya belum ada DSLR euy hehehe.. Ternyata bener dong, langintnya bersih banget jadi bintang yang bertaburan di atas sana keliatan euy. Gak paham sih ini termasuk bintang apa yaa, kalian bisa definisi aja sendiri dari foto di bawah nanti. Kelar nyobain cari-cari foto malam hari, saatnya untuk istirahat yaa, udah pkl. 22.00 WITA juga yaaa. Karna besok kita harus ngejar waktu lagi nih ke bandara balik ke Jakarta, jadi butuh jaga kondisi dulu ya. Kita liat besok bakal ada kejutan apa nih pagi-pagi di sekitaran penginapan.

    Pkl. 05.00 kurang lebih udah kebangun aja nih. Saatnya kita coba cari apa bakal ada kejutan nih pagi-pagi deket gunung rinjani. Btw, penginapan ini juga berkat dari story-nya mbak Patrishiela. Nama penginapan ini The Gate Rinjani, kalian bisa search aja di e-commerce pemesanan penginapan yang kalian pakai. Sampai aku menikmati hari di sini, harnya itu Rp 477.000,-/mlm/kmr yaa, ternyata ada pilihan lain juga kalian yang suka camping ala-ala deket gunung. Kita jalan dikit dari deretan kamar-kamar penginapan, ada area camping ground juga ternyata.  Untuk yang camping ground-nya sempat ngecekin harganya berkisar Rp 180.000,- /mlm (semoga gak berubah yaa).


The Gate Rinjani

   Ternyata kejutannya luar biasa nih pagi hari di sekitaran penginapan ini. Ini ada beberapa hasil jepretan di pagi hari sekitar penginapannya yaa. Semoga kalian juga bisa segera kemari unutk nikmatin ini juga.

    Pkl 09.00 WITA, sudah saatnya berangkat ke destinasi terakhir sebelum kembali ke Jakarta pkl. 15.00 WITA. Yap, destinasi terkahir bakal ke Bukit Merese sampingan sama Pantai Tanjung Aan dan deket banget juga kalau mau ke Sirkuit Mandalika, Lombok. Menurut Google, untuk bisa sampai ke Bukit Merese membutuhhkan waktu kurang lebih 3 jam perjalanan dari penginapan. Oke mari gas ke Bukit Merese.

    Tiba di Bukit Merese pkl. 12.10 WITA. Lumayan mepet nih udahan ke waktu berangkat pulang yaa, kita bentaran aja deh yaa nikmati Pantai Tanjung Aan dan Bukit Meresenya, biar bisa santai nih jalan ke Bandaranya walaupun 30 menit doang dari sini ke Bandara. Oke, jalan ke Bandara pikirin nanti aja kali yaa, nikmatin dulu ini tempatnya sebelum kita benar-benar ninggalin LOMBOK.

Bukit Merese

    Berikut beberapa foto hasil jepretan di Bukit Meresenya yaa, kalau mau full video bisa mampir ke Latar Bumi


Oke, udah pkl. 13.00 WITA, saatnya kita jalan ke Bandara dan balikin sewaan motor kita selama jalan di Lombok. Sekian dulu, semoga masih bisa jalanin tempat-tempat indah di Indonesia. Terima kasih yang udah ngikutin, support terus untuk bisa nulis dan buat video secara konsisten untuk bisa dinikmati bersama.

Sampai di Jakarta pkl. 17.00-an WIB, gak liat jam pastinya heheh...

Jangan lupa corat-coretnya yaa...

SALAM LESTARI!!!



Rabu, 14 September 2022

CURUG CIKAWAH: Curug Unik dan Tersembunyi

 CURUG CIKAWAH

Curug Unik dan Tersembunyi

(Sometimes you will never know the Value of Something, until It becomes a memory)


Oi Oi Oi !!!

    Curug tapi disampingnya ada kawah, jadi air panas buatan yang alami dipertemuannya. Bingung? sama. Tapi beneran ada loh, namanya Curug Cikawah, gak jauh dari kota Jakarta, letaknya di Ciasmara, Kec. Pamijahan, Kab. Bogor. Penasaran dengan akhirnya akan seperti apa perjalanan kali ini. Kalau kalian senang dengan visual, kalian bisa berkunjung ke Latar Bumi

    Berawal dari ajakan seorang teman untuk ngisi slot perjalanan mereka. Perjalanan kali ini agak sedikit beda dan banyak juga nih anggotanya. Ada teman-teman yang dikenal dengan Couchsurfing Indonesia, kali ini kita jalan bareng teman-teman @CouchsurfingBogor & @CouchsurfingJakarta. Jadi rencana ini dibantu sama teman-teman Couchsurfing dari schedule perjalanan, penginapan dan makan minumnya lohh. Kalau kalian teratarik jalan bareng teman-teman couchsurfing kalian bisa download aplikasinya, semua rincian ada untuk setiap trip dari setiap provinsi kalian tinggal.

    Kita berangkat Hari Sabtu Pagi, kali ini aku naik transportasi umum, yaaakk, ke arah sana tentu dan jelas menggunakan KRL yaa. Titik temu sama teman-teman itu ada di KFC Taman Topi, Bogor. KFC Taman Topi ini kayaknya sering jadi titik kumpul yang lagi mau trip ke arah kabupaten bogor dan sekitarnya karna dekat banget dengan stasiun kereta. Sesampainya di KFC Taman Topi, kita masih menunggu untuk beberapa teman yang masih dalam perjalanan menuju titik kumpul sambil saling mengenalkan diri, karna ada pepatah bilang "tak kenal maka tak sayang, tak sayang...." ah gak usah di lanjut yaakk, perih hahah..

    Sekitar Pkl. 11.00 WIB, kita udah kumpul semua dan di briefing trus kita diminta naik angkot yang udah disewa buat perjalanan kali ini, nah full naik transportasi umum kan kitaaa... Lebih kurang 3 jam perjalanan menggunakan angkot, akhirnya kita sampai, Tapiii... sampainya di pintu masuk desanya hahaha.. kita masih harus jalan sekitar 15 menit menuju penginapan kita. ada satu titik yang menarik nih waktu kita jalan kaki ke areal penginapan, jadi kita bakal ketemu sesuatu yang mirip dengan tebing kiri kanannya dan hanya ada 1 akses jalan setapak, jadinya kita kayak berpindah dari sisi 1 dunia ke sisi dunia lainnya. 

  Akhirnya kita sampai nih di penginapan, kita istirahat kurang lebih 1 jam, karna sore ini kita diagendakan bakal jalan ke salah satu curug dekat dengan penginapan kita nih, katanya sih jadi bahan pemanasan buat besoknya kita bakal ke Curug Cikawahnya. Perlu kalian tau di sini aku baru tau kalau treking untuk besok itu lebih kurangnya 3 jam treking jalan kaki.

    Sip, akhirnya kita kenyang dan ada tenaga buat jalan lagi nih. Sekitar Pkl. 15.30 WIB kita gerak nih buat ke curug yang ada didekat penginapan kita. Untuk sampai ke curug pertama ini kurang lebih 30 menit perjalanan dengan jalan kaki dan treking tipis-tipis. Nah, disini udah mulai sesuatu yang unik dan bakal kita temui di trek besok. Pas banget sebelum puncak, kita diajakin belok ke kiri nih... Ternyata ada aliran air hangatnya. di pinggiran alirannya ternyata ada batu yang panasnya cukup manasin air yang mengalir dan terdapat aliran air panasnya juga. Oke, cus kita naik buat nikmatin Curugnya. Ini beberapa gambar yang bisa kita ambil di air terjun pertamanya yaaa.. Nama Curugnya yang pertama ini Curug Putri Pelangi.

Curug Putri Pelangi

   Waktu menunjukkan Pkl. 17.30 WIB dan kita harus segera balik ke penginapan. Kita lanjut agenda di penginapan dengan berendam di kolam Air panas yang ada di penginapan. Penginapan kita ada 2 kolam, ada yang air dingin dibagian atas dan yang air panas ada dibagian bawah. Abis makan malam kita lanjut dengan pool party di kolam air panas. Dan karna udah pada kedinginan, kita memutuskan untuk istirahat, besok kita harus berangkat pagi-pagi karena treking yang lumayan memakan waktu. 

    Pkl. 06.00 WIB, kita siap-siap dan sarapan untuk persiapan treking ke tujuan utama yang jadi sasaran kita kali ini. Abis sarapan kita lanjut senam ala-ala dulu buat pemanasan sebelum kita jalan. Pkl. 07.00 WIB kita mulai jalan buat treking menuju Cikawah. Dengan estimasi 3-4 jam perjalanan dengan treking berjalan kaki, kita disajikan pemandangan hamparan hijau dari bukit-bukit yang ada disekitarnya dan sawah yang dikerjakan sama warga sekitar. Ternyata kita bakal ketemu sama Curug kedua, Curug ini yang paling sering di kunjungi, karna emang katanya gak semua bisa sampai ke Curug Cikawah kalau gak bawa guide lokal, jadi kalau kalian mau ke Curug Cikawah disarankan untuk tetep bawa guide lokal yaaa...

    Curug kedua ini adalah Curug Gleweran, biasanya banyak pengunjung ke sini hanya untuk menikmati secangkir kopi sambil mendengan suara aliran air di alam. Tepat di samping dari curug inilah terdapat tangga untuk akses jalur kita berikutnya menuju ke Curug Cikawah. Kita beristirahat sebentar sembari menunggu temen-temen yang masih jalan menuju ke tempat ini dan bermain air  di curug ini untuk menyegarkan badan. Setelah puas bermain air dan seluruh tim sudah sampai, kita lanjut nih lagi jalan menuju Curug Cikawah dengan menaiki anak tangga  yang ada tepat di sebelah Curug Gleweran. Tangganya terbuat dari kayu-kayu yang disusun. Bertepatan malam harinya hujan, jadi kita harus berhat-hati untuk menaiki setiap anak tangga kayu ini. Setelah melewati anak tangga ini, kita berpindah suasan menjadi petualangan seperti memasuki kawasan hutan tepian sungai. Kita berjalan berdampingan dengan aliran air dari curug yang ada di atas dan rimbunnya  dedaunan hutan yang ada di tempat ini. Sepanjang jalan kita akan mendengar suara air mengalir diikuti dengan kicau burung yang menemani selama perjalanan. Gak kerasa nih, udah lebih dari setengah perjalanan, kita istiraha sebentar di tepian aliran curug lagi sambil bersenda gurau satu sama lainnya, bahkan ada yang berendam lagi nih di aliran curugnya, karna lumayan gerah ya, kalau kalian pernah naik gunung, ya trek yang kita lewati kurang lebih mirip, cuma banyak aliran airnya yaa jadi kita tetep bisa bermain air untuk segar-segaran.

Curug Gleweran

    Kurang lebih sekitar 20 menit beristirahat, kira lanjutkan perjalanan, ini dia jalur terakhir dan lumayan menantang adrenalin juga serta di sinilah kita akan menemukan aliran air panas mengalir. Perpaduan antara Aliran dingin dari Curug dan Aliran panas dari Kawah yang bersebelahan. Jalur terakhir ini lebih banyak diisi dengan jalur bebatuan yang besar-besar yang membuat kita harus ekstra berhati-hati dalam menentukan langkah demi langkah. Kalian kalau mau merasakan sensasi naik gunung tapi masih bisa bermain air setelahnya, Curug Cikawah bisa kalian jadikan pilihan. Setelah menjajaki jalur bebatuan, akhirnya kita sampai di Curug Cikawah. Saatnya untuk menikmati segarnya air, sejuknya udara dan hangatnya percakapan yang terbentuk dari perjalanan kita untuk bisa sampai di Curug Cikawah. Kita tiba di curug Cikawah sekitar Pkl 10.30 WIB akhirnya kita sampai di Curug Cikawah. It's time to enjoy the Final of Journey...!!!

Curug Cikawah

      Setelah puas bermain air, kita memutuskan untuk turun, dikarenakan mataharipun sudah mulai terik. Kira-kira Pkl. 11.21 WIB kita kembali menyusuri jalur bebatuan dan hutan untuk pulang ke penginapan. Ternyata aroma belerang lumayan kuat saat kita jalan untuk kembali ke penginapan. Seperti sebelumnya, kita mampir lagi nih ke Curug Geleweran buat main air karena panasnya lumayan nih, jadi nyegerin badan dulu dah.. Sekitar Pkl 13.00 WIB kita sampai di penginpan dilanjut makan siang dan sebagian bebersih badan dan beberes barangnya masing-masing. Pkl. 16.00 WIB kita jalan balik ke titik temu di KFC Taman Topi, Bogor. Sekian cerita kita menjajaki keunikan dari Curug Cikawah yang menggandeng banyak rasa untuk berbagai wisata yang kita harapkan.


    Oh iya, pasti kalian bertanya-tanya, untuk trip ini berapa sih biayanya??

Jadi sistemnya kolektif diawal kita kumpulkan per orang Rp 350.000,00, ini apa aja ish yang udah include? ini dibawah coba tak jabarin yaakk..
Fasilitas yang udah termasuk dalam iuran kolektifnya itu:
1. Homestay (sistemnya sharing, mirip kayak rumah gitu).
2. Tiket masuk untuk wisatanya.
3. Kolam renang (air dingin dan air panas yang ada disekitar penginapan) dan Kamar Mandi umum.
4. Local Guide.
5. Makan malam 1 kali dan makan siang setelah Submit Cikawah.
6. Tracking Insurance.
7. Transpotasi dari Meeting Point yang udah ditentukan.

    Nah, kalau kalian mau jalan bareng sama temen-temen Coucsurfing dan ketemu dengan orang yang suka dan punya hobi jalan atau kesenangan yang sama, bisa nih, kalian download aja Aplikasinya ada di Playstore kok. Semoga kalian juga punya cerita menarik juga dengan teman-teman baru yang asik.

Sekian Cerita kita kali ini, sampai ketemu dicerita-cerita selanjutnya yaaaa.. SALAM LESTARI!!!

Jangan lupa Corat-Coretnya yaaa...

Selasa, 19 Juli 2022

PENGALENGAN TRIP, JAWA BARAT

 PENGALENGAN TRIP, JAWA BARAT

"Calm and Peace"

    Oi,Oi,Oi gaes,

Cerita ini masih di momen-momen setelah lebaran, akan ada sedikit keterkaitan dengan yang sebelumnya cerita SUKABUMI SITUGUNUNG - GEOPARK CILETUH, kalau bisa baca dulu yaaakk...

   Berawal dari dari sebuah chat di dalam grup begini "kok ada tanggal merah ya dikalenderku, klen juga gak sih?" dan berakhirnya dengan sebuah kata "Gas" tanpa ada hitungan jam memutuskan untuk menjajaki pengalengan. Merencanakan keberangkatan di hari sabtu berangkat dengan destinasi yang udah sempat dibuat untuk liburan sebelumnya. Pkl. 21.00 kumpul di tempat makan yang jadi basecamp selama ini buat makan, Mie Aceh Bang Iwan, kalian bisa cari di google bagi yang suka makan mie aceh ini bisa jadi rekomendasi juga buat kalian. Kita makan dulu dan nunggu beberapa orang sampai waktu berangkat Pkl. 22.00 WIB. Kita akhirnya berangkat ber-sepuluh dengan 2 mobil diperjalanan. 

   Untuk destinasi pertama kita bakal coba kejar untuk sunrise di Cukul Sunrise Point. Setelah kurang lebih 5 jam perjalanan, akhinrya kita sampai di destinasi pertama pkl. 03.00. Ternyata tempatnya buka pkl. 05.00, jadilah kita istirahat sejenak di dalam mobil biar gak kedinginan banget, waktu kita sampai, ternyata udah banyak juga mobil-mobil lain parkir untuk destinasi yang sama dan ada juga nih area campnya bagi yang mau ngecamp nungguin sunrise di sini. Banyak juga tuh yang suka hunting-hunting foto malam yang ada bintang-bintangnya dengan sinar rembulan yang terang, kebetulan kita ke sini lagi bulan purnama penuh, jadi sinar bulannya terang banget dan banyak tuh yang abadiin pakai kamera.

    Tik-tok-tik-tok...!!! akhirnya Pkl. 05.00 WIB mulai banyak suara-suara keramaian dan mebangunkan kita untuk gerak nih nungguin matahari terbitnya. Untuk tiket masuk areanya sampai kita di sini masih di Rp 12.000,00 per orangnya dan untuk parkir mobil nya sekitar Rp 10.000,00 per mobil yaaa. Ternyata udah banyak banget tuh yang camp juga di dalam, jadi sampai di tempatnya kita udah cepet-cepetan aja buat ambil spot paling oke nungguin matahari terbitnya. Pkl. 05.30 udah mulai tuh cahaya-cahaya kuningnya kelihatan mulailah kita bersiap-siap (tonton lengkapnya Latar Bumi). Mungkin emang gak rezekinya yaaa, ternyata kabutnya cepat banget naik di hari ini, jadi mataharinya gak keliatan banget ketika naik. Tapi, kalian tetep bisa nikamatin dingin dan hijaunya pemandangan diarea ini kok, bagus banget ketika awan-awannya gerark disela-sela bukit sekitarannya sambil kalian nikmatin segelas kopi, tenang, udah banyak juga warung-warung yang menjual kopi ataupun jenis makanan yang sesuai untuk sarapan ringa dipagi hari sambil menikmati kicau burung di pagi hari.

    Oke, sudah Pkl. 07.00 saatnya kita berpindah ke destinasi kedua yang gak jauh juga dari daerah Cukul ini, kalian mungkin udah sering liat nih banyak yang posting di Apps social media yang lagi buming, yaps, ada Taman Langit untuk jadi destinasi berikutnya. Waktu tempuh dari Cukul ke Taman Langit gak terlalu jauh kok, kurang lebih 15-20 menit, lumayan juga yaa? tunggu dulu, ini juga dikarenakan jalanan ke sana masih lumayan banyak guncangannya (maksudnya jalurnya sempit dan berbatu yaaa) dan mendaki juga, jadi emang perkiraan segitu udah paling normallah yaaa.

    Di Taman Langit ada 2 area parkir, ada yang pas dekat dengan pintu masuk Taman Langitnya, dan ada yang dibawahnya (ini biasanya kalau yang diatas penuh bakal diarahin parkir di bawah yaa). Nah, kita parkir yang di bawah nih, karna pas weekend jadi banyak banget ternyata yang datang ke sini, parkiran atasnya penuh. Kalau dari parkir bawah masih harus jalanlah sekita 5 menitan buat sampai di Taman Langitnya tapi biasanya bakal lebih lama kan yaa kalau disambil dengan foto-foto karna jarang banget bisa nemu tempat ijo-ijo dingin di Jakarta yaaakk. 

    Waktu kita udah sampai di atas, udah banyak benget ternyata yang berkunjung dan banyak juga yang udah camp di area ini, sesuai namanya Taman Langit, ketika udah di atas itu terhampar bentangan langit berdampingan dengan ijo nya kebun teh. Dekat dengan area camp juga udah ada toilet dan warung makan buat kalian yang gak bawa alat masak untuk camp di sini yaaa, untuk tiket masuknya masih mirip dengan destinasi pertama Rp 12.000,00 per orangnya dan Rp 10.000,00 untuk parkir setiap mobil. Muter-muter liat sekeliling, ternyata ada juga versi glampingnya loh, kalian bisa langsung kayak di pinggir tebingnya gitu, tapi untuk pemesanan terkait tempat camp dan glamping masih belum tau yaa, mungkin kalian bisa googling untuk Taman Langitnya, manatau nemu web nya kan dan kalian bisa nyesuaiin aja, soalnya kan kita ke sini plesiran sebentar doang dan bakal lanjut ke destinasi berikutnya.



    Pkl. 10.00 akhirnya kita cabut dari area Taman Langit dengan sudah sarapan dulu di sini yaaa, oh iya untuk sarapan berkisar Rp 15.000,00 - 30.000,00 -an yaa, tergantung sama banyaknya lauk atau pesanan kalian aja hehe... Lanjut kita bakal ke destinasi terakhir di Situ Cileunca, ini sebenernya bakal kalian lewatin lebih dulu sebelum kalian sampai ke 2 destinasi di atas, di sini kita mau ngecamp, ini kita pesen dulu ya area camp-nya termasuk dengan tenda dan makan malam dan makan paginya, kita pepsan sekitar 3 tenda untuk kita ber-sepuluh, udah disiapin juga untuk kebutuhan listriknya yaaa.

  Di tengah-tengah perjalanan, ternyata ada perubahan arah dulu nih, kita mampir ke Hutan Pinus Rahong, ini juga tempat yang banyak dikunjungi kalau kalian mau main ke daerah wisata pengalengan ini. Di hutan Pinus Rahong ini, terdapat glamping tepi sungai juga dan ada area main paintball loh,, jadi kalian bisa main tembak-tembakan nih. Tapi kita cuma mau nikmatin dinginnya Hutan Pinus dan pemandangannya, jadi kita gak main tuh paintball-nyaaa. Untuk tiket masuknya Rp 7.000,00 dan untuk glamping-nya bisa dicari aja google yaakk, banyak agen-agen yang murah menurut kalian kan.

    Oke kita cuma bentar doang yaa di Hutan Pinus Rahongnya, kita lanjut ke Situ Cileunca tempat kita bakal camp nungguin sunrise lagi tapi kali ini kita camp biar gak kedinginan dan bisa cerita-cerita santuy lah yaa.. kalau kalian pengen liat pergerakannya bisa kunjungin (Latar Bumi). Nah di sini kita pilih view samping danaunya langsung yang bisa liat sunrisenya gitu arahnya. Kalau mau nyari-nyari agen yang view ini, bisa dicari aja Situ Cileunca Lake Side View, atau kalau kalian senang glamping juga ada mereka biasanya nyebutnya private island, ya ketika kita udah jalan keliling danau emang ya untuk tempatnya benar-benar sepi dan emang private lah. Untuk camp ini dengan 3 tenda dan udah ada listrik+makan, kita kena Rp 176.000,00 per orang, tapi kalian harus pastiin bookingan tempat kalian dengan denah camp nya ya, biar gak terjadi rebutan atau debat sama denah agen lainnya nanti. Kita sampai di tempat camp sekitar pkl. 14.00 WIB, langsung minta didirikan tendanya biar bisa istirahat dulu nih dan udah mau ujan juga waktu kita sampai, jadi biar bisa neduh sekalian. 


    Selesai bercengkrama ria dari malam sampai akhirnya istirahat, paginya kita nikmatin sunrise dan lagi-lagi ternyata belum rezeki lagi, akhirnya kita nikmatin danau-nya dengan semilir angin pagi yang hangat bercampur dengan sinar matahari pagi. Selesai kita berberes, pada mau keliling naik perahu di danaunya, untuk tiket perahunya sekitra Rp 15.000,00 - 20.000,00 tergantung kalian negonya gimana ya ke yang punya perahu. Pkl. 11.00 WIB akhirnya kita jalan balik dan semapt singgah ke tempat oleh-oleh pengolahan susu yang ada di pengalengan dan bawa cemilan buat di jalan balik, kalian juga bisa mampir biar ngerasain olahan susu asli dengan berbagai Produk UMKM yang lainnya. Selesai, akhirnya kita lanjut perjalanan pulang dan akhirnya sampai di Jakarta sekitar Pkl. 19.00 WIB, dikarenakan macet yang masih berkepanjangan, jadi kalian kalau mau jalan lebih baik perhitungkan juga ya waktu baliknya, biar gak kerasa capek-capek banget nantinya. Sampai jumpa dicerita-cerita berikutnya dan mungkin aku bakal coba angkat cerita-cerita lama yang belum sempat aku bagikan kedepannya.. Salam Lestari..

Jangan lupa Corat-Coretnya yaaa...






Minggu, 03 Juli 2022

SUKABUMI SITUGUNUNG - GEOPARK CILETUH

 SUKABUMI SITUGUNUNG - GEOPARK CILETUH

"Semua terlahir spesial di Bumi, Awan dengan Langitnya, Planet dengan Bulannya, Hutan dengan Pesonanya dan Aku dengan segala Kekuranganku"


Oi, Oi, Oi gaes,    

    Udah lama juga gak cerita yaakk, semoga setelah ini bisa terus konsisten berbagi kisah dan rasa. Kali ini coba untuk cerita-cerita lagi nih tentang jalan-jalan (bukan hiling-hilingan yaakk hehe). Berawal dari kepala yang bisik-bisik nih dan partner jalan-jalan yang lagi sibuk kemarin, mencoba kembali seperti dulu, berjalan sendiri mencari tempat yang jauh dari hiruk pikuk kendaraan dan keramaian orang-orang. Nyoba nih ikutin tren sekarang, ngeliat Instagram lagi banyak banget yang jalan ke Pengalengan, cari-cari dan akhir nya dengan segala pertimbangan, "kayaknya sanggup yak naek motor ke sono".

    Tempat wisata pengalengan yang terletak di Bandung, Jawa Barat ini emang lagi banyak banget tempat camp ala-ala dan ijo-ijo nih yang banyak dicari. Nah, gak sadar kan, ini manfaatin libur lebaran toh yaaa, dapat kiriman video dari salah satu teman nih, ternyata macet total di daerah sana sampai motor pun gak jalan dong (H-2 hari dari planning yang udah disiapin nih).

    EAAAKKK, mulai pusing dong harus kemana karna udah bosen banget kan selama pandemi ini gak bisa kemana-mana. Untung aja tetiba ada nih pilihan yang udah lama banget mau di jalanin tapi gak jadi-jadi juga karna pandemi. YAP, SUKABUMI yang juga beberapa saat yang lalu menunjukkan pesona alamnya. Kalau kelen-kelen pada tau Suspension Bridge yang lagi sering di post sama mereka yang lagi hiling-hiling ya itu salah satu wisata alam yang bakal dituju kali ini, sama yang sempat buming juga tuh GEOPARK CILETUH yang katanya ada pantai berdampingan dekat sama Air Terjun, enak gak tuh dari pantai besoknya ke Aer Terjun atau kebalikannya, mana enaknya lah sama kelen yaakk hahaha...

    Oke, mari putar haluan ke Sukabumi.

   Karna manfaatin libur lebaran nih, berharap keviralan Sukabumi gak buat macet-macet banget yaaakk, 06 Mei 2022 (Pkl. 09.30) berangkat nihh dari Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Perkiraan maps sih harusnya 4 jam sampai yaakk, tapi kan suka meleset yaaa, jadi kita bakal itung aja sendiri dengan keadaan lapangan yaakk. Setelah dari kuliah terakhir kali jalan-jalan jauh pakai motor dan baru lagi jalan-jalan jauh pakai motor, ternyata adrenalin berkurang jauh yaakk, emang keliatan sudah ini hahaha...

    Nah, kita buat singkat aja yaakk, setelah berjam-jam naik motor, sampailah di Kota Sukabumi dengan segala kearamaiannya di jalan yaakk, gak macet sih emang ramai lancar aja, wajar ajalah yaa, udah lewat lebaran jadi paling macet arah balik tuh. Pkl. 13.00 sampai di Kota Sukabumi dan istirahat makan siang dulu nih, harusnya sih sekitar 15-20 menit lagi sampai di sekitaran Situgunung yang bakal jadi tempat tujuan pertama nih. Oke, Kelar makan, lanjut jalan, gak sampai 1 Km, Hujan turun dong deras banget. Neduh dulu sampai kira-kira bisa di terobos nanti. Oh iya buat kelen-kelen yang suka jalan naik motor, ada baiknya selalu sedia jas hujan yaakkk, biar waktu yang kelen udah atur gak jauh meleset dan gak capek-capek banget jadinya nungguin (karna awakpun gak bawa jas hujan ya kan hahah).

    Nah udah reda nih, dan agak kesel nih, ternyata cuma jarak sekitar 500 meter doang ujan deresnya lewat dari itu kering doong, makanya kalau bisa emang bawa aja jas hujannya biar bisa tetep lancar jalannya hahaha...

   Okenih, sampai lah di sekitaran wisata situgunung sekitar Pkl. 15.00, karna ini random banget jadi belum nyari penginapan dong, cari-cari dapat deh penginapan yang menurutku sih lumayan okke, ini aslinya villa, cuma karna pandemi dan libur lebaran biar tetep ada uang masuk kali yaa, kamar-kamarnya pada disewain harian sama yang punyak, tenang disekitaran sini banyak kok penginapannya, jadi kalau kalian pada mau OTS mesennya masih oke sih, tapi jangan pas liburannya banget yaakk datang kesini, mungkin bakal susah nyarinya, apalagi kalau kalian berniat pakai aplikasi-aplikasi gitu, kebanyakannya belum masuk sih...

    Di dalam kawasan Situgunung ini terdapat beberapa spot wisata yang emang bisa kalian jalanin, salah satunya ada Curug Sawer. Karna masih Pkl. 15.00, ngide dong mau coba naik ke situgunung manatau masih bisa ngejar paling gak curug dulu aja, eh ternyata mereka tutup lebih cepat jadi Pkl. 16.00, trus nanya-nanya sama warlok (Warga Lokal), mereka bilang ada jalan masuk yang kita bisa masuk sampai sore gitu, cari-cari nemu, jalurnya dari Cinumpang, ini kayaknya sih bakal jadi tempat wisata yang berdampingan dengan situgunung nantinya. OK, Gasss ke sana, ternyata jalurnya agak laen yaakk, karna abis ujan dan ban motor sudah mendekati ajalnya, mutusin buat naik ojek aja ke dalam, Jreeennggg beruntung gak jadi bawa motor sendiri lewat sana, nanti kalian bisa liat di Video yang bakal rilis juga di YouTube (Latar Bumi), yang bisa ku rekam ya dijalur yang lumayan aman aja yaakkk. Jalurnya itu cuma bisa dilewatin 1 motor aja, trus jalananya licin karna abis ujan tepinya langsung jurang dong, salah narek gas abangnya, ya kelen tau sendiri lah yaaa akibatnya..

    Singkatnya Pkl. 16.00 sampailah di Curug Sawer, karna udah sore kali yaakk, pengunjung sih gak terlalu ramai, yang ramai abang-abang ojek nya, ya mungkin ada yang mau nyobain keluar dari jalur lain kali yaakk mereka-mereka yang masuk dari pintu utama Situgunung haha..

    Oke, silahkan dinikmatin nih beberapa foto yang aku coba jepret yaakk, jangan dihujat kalau hasilnya gak sebagus yang laen yaaa.. kalian bisa juga liat viedonya di YouTube (Latar Bumi)... Oh iya, walaupun ini dari jalur lain, tetep ada kontribusinya yaaa, kalau gak salah ingat dan gak berubah waktu kalian nanti jalan ke sini, itu sekitar Rp 15.000. Kawasan wisata ini termasuk dalam pengawasan oleh Kementrian  Lingkungan Hidup dan Kehutanan, jadi sebisa mungkin tetep jaga kelestariannya yaakkk temen-temen..



    Hari udah mulai gelap, sekitar Pkl. 18.00 keluar dari curug Sawer, abis dingin-dingin aer, laparr dong, coba main ke arah Kota, ada Sate yang lumayan terkenal di Sukabumi, namanya Sate H. Mamat, lokasi pas banget deket dengan Alun-Alun Kota Sukabumi dan Masjid Agung yang ada di Alun-Alun Kota Sukabumi. Setelah makan, nikmatin ramainya Alun-Alun dulu sebelum balik ke penginapan.

   Oke, setelah kemarin diawali dengan Curug Sawer sekarang kita bakal menuju ikon yang paling sering di post nih, Suspension Bridge yang katanya pada saat Grand Opening, merupakan salah satu jembatan gantung terpanjang di Asia dengan panjang 243 meter. Kawasan Wisata Situgunung mulai beroperasi Pkl. 07.00, karna jarak penginapan dengan pintu masuk dekat, brgkt Pkl. 06.15, lah ngapain cepet banget?? Eits, jangan salah, baru jam tengah 7 pagi aja antrian pembelian tiket masuk wisata sudah mulai panjang dan lagi emang lebih enak pagi jalan di jembatan gantung yang membelah hutan.

    Sambil Nunggu antrian Tiket masuk, coba liat-liat apa yang ada di sekitar kawasan wisata yang oke juga nih bisa diikutin, ternyata selain trip Suspension Bridge dan Curug Sawer, masih ada Danau yang ok juga buat di kunjungin sama ada Air Terjun Kembar pas banget di bawah Gunung Gede-Pangrango (tapi belum sempat kemari, karna ngejar waktu buat ke ciletuh, Lain kali Pasti bakal balik lagi). Untuk trip Air Terjun ini pisahd dari yang umum dijalanin yaa, namanya Trip Explore Lembah Purba dan harganya pun beda banget yaaakkk, bagi yang mau semi-semi naik gunung tapi dengan guide santi, boleh nih di coba, atau mungkina kita bisa barengan nih berangkatnya hehehehe... 

    Untuk Biaya masuk ke Suspension Bridge ini ada 3 pilihan yaaa, menyesuaikan jalur yang menurutku sih bedanya dikit banget yaakk untuk sisi jalurnya.

1. Jalur Hijau, ini pakai shuttle yaa, jadi kalau kalian malas jalan di tengah hutan yang bikin pegel untuk sampai di Suspension Bridge nya boleh nih dicoba, ada lagi bedanya, welcome drink nya sih lebih okeee hahahah, ini di bandrol dengan Rp 150.000,00.

2. Jalur Kuning, nah ini sebenernya mirip-mirip aja sih dengan Jalur Merah yang terakhir, bedanya jalur kembalinya itu lebih panjang dan mendaki dengan berjalan kaki, jalur  ini di bandrol dengan Rp 75.000,00.

3. Jalur Merah, ini jalur yang mirip dengan jalur kuning dengan jalur kembali yang  lebih landai dan lebih pendek dengan berjalan kaki, jalur ini di bandrol dengan Rp 50.000,00.

Aku jelas milih jalur full jalan dong biar sehat hahahah... Jalur Merah pilihan terbaik dahh!! 

Oh iya, untuk iformasi harga yang ada dicerita kali ini itu sesuai waktu aku kesana yaa, mugnkin kalau mau ke sana bisa dicari lagi informasi terbarunya.

    "Bang kalau untuk yang explore Lembah Purba berapa?" nah ini, kemarin coba nanya, itu dibandrol dengan Rp 280.000,00. Aku sih bakal nyoba yaa ke sana nantinya, tapi belum tau kapan juga hahaha...

Kalau mau camping di sini juga ada tempatnya yaa, mau bawa tenda sendiri ataupun bisa glamping juga bisa, cuma aku gak tau nih gimana caranya kalau yang untuk camp tenda sendiri yaaa, kalau glamping kalian bisa buat websitenya aja, itu udah ada paketnya kalau aku gak salah yaaakkk, maklum bukan tipikal yang glampingan (kurang dananya hahahahah...)

    Berikut hasil jepret-jepret sederhana yang aku coba-coba yaa, nikamtin yang ada aja dulu hahah...





    Oke, karena udah mulai siang, Pkl. 11.00 memutuskan untuk balik ke penginapan siap-siap untuk ke destinasi berikutnya, GEOPARK CILETUH. Pkl. 12.00 udah siap nih buat jalan, Ujan dong, akhirnya nunda, terus minta bisa late check out tuh ke Pemilik Villa, sampai Pkl. 14.00 akhirnya baru jalan nih. Menurut maps sih kurang lebih di jalan itu 2 jam 30 Menit. Tapi aku sampai di penginapan daerah Ciletuh ini Pkl. 19.00 (perkiraan yaakk, karna udah lelah akibat ujan-ujanan), karena selama perjalanan banyak titik Hujan yang deres banget.

    YAAKKK, Perjalanan ke Ciletuh ini lumayan menegangkan yaa, kalau kalian udah pernah liat dan baca ceritanya, ada tanjakan yang lumayan merepotkan, ditambah lagi aku ujan-ujanan malam hari beee sungguh luarrr biasaa sensasinya, saranku kalau kalian mau kesini jangan mendakati malam yaa, karna jalurnya sepi dan kalau habis ujan kabutnya lumayan meresahkan untuk pengemudi kendaraan euy.. kalian bisa liat di YouTube (Latar Bumi) untuk gambaran jalan malam harinya aku yaaa... sama kalau bisa kendaraan kalian full dulu ketika mau lewat jalan ini, takutnya persediaan dihari kalian berangkat pas kosong, karna kejadian samaku kayak gitu, pagi hari SPBU mini nya tutup dan terpaksa keliling nyari ketengan.

    Di Geopark Ciletuh ada beberapa destinasi wisata juga nih, Ada Pantai Palangpang, Pasir Putih (ini belum jadi nyebrang euy) dan ada beberapa lagi, Air Terjun Cimarinjung dan adalagi Curug Cikaso (ini juga belum jalan euy). jaraknya antar destinasi gak terlalu jauh juga. Dari pagi udah muterin dan makan seafood di pantainya sampai ke Curug Cimarinjung, tapi sayagnnya sampai di curug ini agak kesel sih karna malamnya abis ujan, air nya keruh, saran sih kalianke sini liat cuaca dulu deh, karna aslinya oke nih air terjunnya. Untuk dua destinasi yang aku jalanin, ini terbilang masih terjangkau yaa dari harga makanan sampai retribusi masuk wisata. Pantai Palangpang itu karna pakai motor sekalian parkir kalau aku tidak salah Rp 15.000,00 dan ke Curug Cimarinjung ini Rp 10.000,00, sekali lagi ini sampai saat aku ke sana yaa, manatau nanti ada perubahan.

    Akhirnya yang lama tertunda bisa dijalanin walalupun effort panjang, Puas lah untuk perjalanan ini karena bisa motoran jauh lagi hehehe.. kalau kalian punya tempat yang bisa dijalanin dengan motor, boleh saranin yaakkk, manatau tertarik untuk ke sana juga. Terakhirnya aku balik Pkl. 11.00 dari Geopark Ciletuh, mampir dulu ke Puncak Dharma, dari sini kalian bakal bisa ngeliat Lautan yang biru dan langit berselimut awan yang keren banget sih, biasnya kalau oke akan ada orang yang main paralayang juga, cuma ini masih naik lagi yaa dari daerah pantai ciletuhnya. Selama perjalanan pulang selalu disuguhin pemandangan laut dengan pantai pasir hitam mampir bentar sekalian istriarahat. akhirnya aku sampai kosan Pkl. 18.00 (kurang lebih yaakkk).

Udah dulu yaakk cerita si Sukabumi ini, semoga bisa jalan lagi kemari nuntasin Explore Lembah Purba, Rasanya cukup menenangkan bisikan-bisikan di kepala ini. :):):) Sampai Jumpa di cerita berikutnya kelen-kelen petualang rasa. Salam Lestari!!!

Jangan lupa corat-coretnya yaaa...






 EXPLORE SUMBAR (SUMATERA BARAT) - Camping at Alahan Panjang "Yang fana adalah Waktu, KITA ABADI" Oi, oi, oi...!!!     D: "yu...